HANYA KAMU

Karya Lilly Paut
Satu tahun sudah aku mengenalnya. Namanya Bryan orang yang sangat ku kagumi di sekolah. Aku sangat ngefans sama dia, tapi aku juga gak mau kalau ada orang lain yang memiliki dia.
“ehh, vin udah tahu belum kalau Brian mau nyataiin cintanya ke putri” kata sahabat ku ria dengan nafas yang tersenggal-senggal.
“hah, masa?”
“ia, kamunya aja yang ketinggalan berita, tuh di lapangan pada rame, aku aja tergesa-gesa kesini buat ngasih tahu kamu”.
Aku pun langsung menarik tangan Ria dan berlari menuju lapangan. Disana aku melihat bryan sedang berlutut dan mengatakan ‘putri aku mencintai mu, aku ingin kamu mau jadi pacar aku’ dan putri pun menjawab ‘aku juga sayang sama kamu’ dan langsung menarik tangan bryan dan segera berlalu dari hadapan kami.
Aku yang tak bisa menahan air mata ini langsung berlari menuju kelas dan duduk tertunduk lesuh. Ria lalu mengejar ku dan duduk disamping ku, ia merangkul ku dan berkata “vina sabar ya sayang jangan kayak gitu dong, aku gak mau lihat kamu nangis gara-gara bryan, masih banyak laki-laki lain yang suka sama kamu, kamu harus buka hati kamu buat orang lain”
“aku gak bisa ri, bryan adalah orang pertama yang membuat aku tahu akan rasa jatuh cinta itu, aku gak bisa berpaling dari dia, aku juga gak bisa bohongin perasaan ku sendiri” kata ku dengan air mata yang menetes di wajah. Setelah itu ria mengajak ku pulang, karena memang pelajaran telah usai.
***

Seminggu kemudian,,
karena terburu-buru tak sengaja aku bertabrakan dengan putri & membuat semua buku yang dia pegang terjatuh di tanah. “maaf kan aku, aku sedang terburu-buru” aku membantu putri membereskan buku-bukanya. “ia, gak apa-apa” kata putri dan tiba-tiba bryan muncul dari belakang “kamu kenapa putri”
“enggak, tadi buku ku kesenggol, jadi jatuh deh”. Aku yang iri melihat mereka berdua langsung berlari tanpa mengucapkan sepatah kata pun.

Bryan kamu harus tahu kalau aku yang pantas ada disamping kamu, aku sayang sama kamu, aku gak mau lihat kamu sama orang lain. Sudah setahun aku memendam rasa ini. Ya, Tuhan tolonglah aku,, aku lalu menutup catatan harian ku,yang ku anggap sebagai saksi bisu cinta ku pada bryan. Tiba-tiba handphone ku berdering, ternyata ada sms dari ria ‘vin, jalan-jalan yuk, aku tunggu kamu di toko buku ya’. Tanpa membalas pesannya aku langsung bersia-siap untuk pergi. 15 menit kemudian aku telah sampai di tempat tujuan. “vina, cepet banget nyampe sini”
“ya ia lah, kan deket aja”.
Mata ku menelusuri beberapa novel baru dan tanpa sengaja aku melihat bryan & putri sedang membaca novel yang ku gemari. Tanpa basa-basi aku pun mengajak ria untuk pergi dari tempat itu.
“kenapa sih vin, kan hobinya kamu baca novel terbaru, kok ngajak pulang ?”
“aku lihat bryan & putri lagi baca sambil mesraan, hati ku kan sakit” kata ku dengan mata yang mulai memerah.
***

waktu bergulir begitu cepat, tanpa terasa besok adalah pengumuman kelulusanku, senang rasanya menanggalkan serangam putih abu-abu ini & aku pun berharap aku dapat melupakan cinta SMA ku. . . . .

3 tahun aku menunggu cinta dari bryan yang tak kunjung datang, sedih rasanya melihat dia yang ku sayangi bergandengan tangan dengan wanita lain, tapi apa daya ku semuanya telah terjadi, memang salahku yang tak pernah memberitahu bryan tentang perasaan ku, bryan aku sayang banget sama kamu, kenapa kamu gak pernah rasain itu, kamu gak tahu berapa banyak waktu yang aku luangkan buat mencintai dan menunggu kamu,, rasanya ingin sekali aku menjauhkan mu dari putri, namun aku tak bisa karena dialah pilihan hati mu. . . .
Tuhan tolong bantulah aku agar dapat melupakannya dan bantulah aku agar dapat membuka hati ku untuk orang lain . . . .
Ternyata benar kata ria aku hanya mengagumi tanpa harus memiliki, karena cinta tak dapat di paksakan dan tak harus memiliki. . . .
Jika Tuhan mengijinkan aku ingin memiliki bryan seutunya, walau itu di dunia yang berbeda.
Lalu aku menutup lembar terakhir catatan harian ku dengan seuntai doa kepada yang maha kuasa dengan air mata yang berlinang dan perasaan yang tak menentu . . . .

DMCA Protection on: http://www.lokerseni.web.id/2012/12/hanya-kamu-cerpen-remaja.html#ixzz2FaJMhY9W

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s